Keunggulan Pendidikan Sepakbola Belanda

sepak-bola-belanda

Bakat Indonesia mencari pendidikan sepakbola ke Eropa. Belanda merupakan salah satu tujuan favorit karena memiliki sarana dan prasarana pendidikan sepakbola usia dini yang tertata. Eka Tanjung melihat minimal ada lima nilai plus Belanda dibanding negara-negara lain.

Sistem Jelas
Belanda menerapkan sistem sepakbola yang jelas. Dua pola dasar yang dikembangkan Johan Cruyff dan Wiel Coerver menjadi acuan dan warna tersendiri bagi permainan sepakbola khas Belanda. Kita sering mendengar istilah “Totaal Voetbal” yang bersumber dari Belanda. Hingga saat ini sistem itu mengilhami sukses timnas Spanyol dan FC Barcelona.

Fasilitas Lapangan
Di Belanda terdapat 3200 klub amatir dengan fasilitas lapangan dan pelatihan yang memadai. Lapangan rumput dan sintetis yang bagus dan terawat dengan baik. Setiap kawan dari Indonesia yang menyaksikan fasilitas sepakbola di klub-klub Belanda, selalu berdecak kagum. “Wuih bagus banget lapangannya. ada 6 lapangan sintetis dan rumput alam yang sangat terrawat.”

Bahasa Inggris
Hampir setiap pemain dan pelatih sepakbola di Belanda mengerti dan bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Sehingga pemain asing yang belum memahami Bahasa Belanda, tetap bisa berpartisipasi dalam pelatihan maupun dalam kompetisi. Sementara itu di negara-negara lain pemain dan pelatih terkadang kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Mengingat pentingnya komunikasi dalam sepakbola, maka hambatan bahasa bisa berpengaruh pada prestasi individu maupun team.

Keturunan Indonesia
Pemain dari Indonesia tidak perlu cemas merasa terasingkan di klub sepakbola di Belanda. Sebab jejak hubungan sejarah Belanda dan Indonesia selama tiga ratusan tahun, masih tampak juga di masyarakat dan juga di sepakbola. Hampir di setiap klub amatir maupun profesional Belanda terdapat pemain sbobet88 pelatih, staf, pengurus atau scout keturunan Indonesia. Eka Tanjung sudah menyaksikan dan membuktikannya sendiri.

Makanan Indonesia
Eka Tanjung, sebagai penyuka makanan tradisional Indonesia merasa betah tinggal di Belanda. Walau sudah 30 tahun berdomisili di Belanda namun lidah masih tetap Gunung Kemukus. Hampir semua bahan makanan Indonesia bisa didapat di setiap kota. Tahu, Tempe, Ikan Asin, Jengkol, Daun Singkong, Sambal Goreng, Pecel, Mie Ayam, Mie Kocok, Renang tersedia dimana-mana. Soal makanan Indonesia, tidak perlu cemas.

Jarak Sepeda
Anak-anak Belanda biasa menggunakan sepeda ke sekolah dan ke latihan sepakbola. Menggayuh sepeda sangat sehat. Selain karena Belanda memiliki jalan khusus sepeda, juga karena permukaan negaranya datar. Ditambah dengan ukuran negara yang hanya sebesar propinsi Jawa Tengah maka lokasi sangat berdekatan. Eka Tanjung selalu menikmati pemandangan indah, ketika menyaksikan puluhan pemain sepakbola cilik usia 7 tahunan, berduyun-duyun menggayuh pedal sepeda di jalan khusus sepeda menuju ke training di klub.

Ibadah
Hal penting dalam kehidupan orang Indonesia adalah beribadah dan berdoa. Belanda memberikan kebebasan bagi penduduknya untuk menjalankan ibadah menurut keyakinan masing-masing. Hal itu terlihat banyaknya tempat ibadah bagi semua agama. Gereja dan masjid bisa ditemukan di setiap kota besar dan kecil. Pemain sepakbola Indonesia bisa menjalankan Sholat Ied Fitr atau Natalan di tempat ibadah yang tersedia dengan komunitas Indonesia.

Kiat Menemukan Klub Belanda

Keputusan FIFA mensuspend Indonesia, melumpuhkan partisipasi timnas Indonesia di kompetisi sepakbola dunia. Di saat yang sama muncul tawaran kreatif dari dunia sepakbola untuk memecahkan kebuntuan. Kami siap membantu pendaftaran maupun bimbingan bagi pemain Indonesia yang mencari klub Belanda.

Peluang
Salah satu klub yang membuka kesempatan bagi para pemain Indonesia dan dari negara lain adalah MVV. Klub Liga Jupiler League dari kota Maastricht itu memberi peluang bersaing merebut tempat di skuad Belanda Selatan itu.

Berita Dunia
Pengumuman mengenai seleksi itu disampaikan lewat website nya dan dikutip berbagai portal berita online. Algemeen Dagblad, NRC Handelsblad, Metronieuws.nl, dan lainnya. Bahkan pengumuman penjaringan itu juga dikutip media internasional seperti Goal.com (Italia), Goal.com (Spanyol) dan Goal.com (Indonesia).

Menarik membaca Goal.com/Indonesia yang melihat kesempatan dari para bakat Indonesia untuk bersaing menjadi bagian dari skuad Maastricht. Peluang mencari klub di Belanda merupakan salah satu kemungkinan memecahkan kebuntuan akibat dari suspend yang dijatuhkan FIFA kepada Indonesia.

Kebiasaan Buruk Yang Dibenci Pelatih Belanda

Pelatih Belanda umumnya benci kepada telat datang. Biasanya mereka sudah terlebih dahulu berada di lapangan satu jam sebelum jadwal latihan dimulai. Pemain diharapkan menyusul 15 menit sebelum latihan dimulai


On Time
Eka Tanjung sering mengamati klub amatir maupun profesional di Belanda. Klub amatir Buitenboys SC, FC Almere, maupaun profesional sekelas Ajax Amsterdam maupun PSV Eindhoven sangat mementingkan being on time dan membenci pemain yang datang terlambat.

Juru Parkir
Kasus terbaru terjadi pada Richairo Zivkovic di Ajax Amsterdam pekan ini. Striker yang musim lalu dibeli senilai Rp. 40M dari FC Groningen dihukum menjadi Juru Parkir di Akademi de Tekomst. Frank de Boer menghukum Zivkovic “hanya” karena terlambat muncul ke latihan.

Terlambat Lagi
Selama dua hari berturut-turut, Richairo harus menjadi penjaga pintu portal untuk mobil yang masuk ke kompleks pelatihan de Toekomst. “Dua hari ini, dia memang menjadi penjaga parkir karena dia telat lagi.”ungkap Sjaak Swart, manajer nya. Hukuman itu diduga keputusan dari Frank de Boer. Terlambat datang ke latihan di Belanda dipandang sebagai sikap yang tidak profesional dan tidak menghormati sesama pemain dan pelatih. Zivkovic akibatnya tidak masuk dalam daftar pemain Jong Ajax dan juga tidak masuk Line-Up tim utama Ajax lawan SC Cambuur, walaupun Striker Milik diperkirakan absen.

Harga Mahal
Pemain seharga Rp. 40 M saja dihukum sebegitu beratnya, bagaimana dengan pemain di level amatir yang datang terlambat. Eka Tanjung sering menyaksikan pemain berbakat yang tidak bisa tembus ke jenjang profesional, hanya karena menyepelekan ‘waktu’. Walaupun pemain memiliki kualitas yang bagus dan bakat yang luar biasa, namun ketika dia sering datang terlambat ke latihan, tidak lagi dipasang dan dimainkan.

Tidak Serius
Pelatih dan sesama rekan di tim di Belanda tidak senang kepada pemain yang tidak serius. Pelatih tidak memasang si jago telat dan rekan sesama pemain juga jadi jarang mengumpan bola kepada striker yang tidak disiplin. Akibatnya pemain seperti itu akan menjadi frustasi dan prestasinya semakin merosot. Ketika sudah tersingkirkan dari tim utama, biasa pemain semodel itu akan menyalahkan orang lain.

“Saya tidak bisa sukses jadi pemain sepakbola, karena saya dijahati oleh semua orang,” itu biasanya bunyi keluhan pemain yang merasa didzolimi. Dan biasannya pemain semacam itu lupa bercermin dan tidak mau mencari sebab pada dirinya sendiri. Padahal, kuncinya hanya karena ‘tukang telat.’

Lampard Lirik Pulisic dan Hudson-Odoi Sebagai Pemain Chelsea Terbaru

Setelah melihat bagaimana peran yang dimiliki Christian Pulisic melalui bangku dalam beberapa permainan terakhir, Frank Lampard mengatakan bahwa Pulisic layak mendapatkan tempat utama di Chelsea.

Pemain sepak bola asal Amerika yang dikontrak dari Borussia Dortmund pada musim panas lalu tersebut ternyata masih belum memulai permainan Premier League dan Champions League. Yang mana hal tersebut sudah berlangsung sejak pertandingan antara Chelsea dan Sheffield United yang menghasilkan skor seri 2-2 pada bulan Agustus lalu. Bahkan, pada pertandingan tersebut Pulisic tidak lagi dipakai selama lima pertandingan selanjutnya dalam kompetisi tersebut. Pada bulan September sendiri, Pulisic hanya bermain di pertandingan Carabao Cup melawan Grimsby Town.

Meski begitu, pemain yang masih berusia 21 tahun tersebut telah bekerja keras hingga diperhatikan oleh Lampard dan membuatnya memasukkan Pulisic kembali dalam perencanaan strateginya. Hal itu dilakukan oleh Pulisic hanya dengan membuat dampak positif dari tempat duduk selama tiga pertandingan Chelsea terakhir kemarin. Termasuk membantu dalam mencetak gol di Ajax pada tanggal 23 Oktober lalu yang membuat klub sepak bola Chelsea memenangi pertandingan selama enam kali berturut-turut.

Pulisic Layak Mendapatkannya

Lampard mendapatkan kesan yang positif dari Pulisic. Menurutnya, cara bermain pesepak bola asal Amerika tersebut membuatnya pantas mendapatkan tempat utama di Chelsea. Menurut Lampard, dia memiliki kesempatan untuk ditempatkan di posisi tersebut sebagai pemain utama.

Meski begitu, Lampard tampaknya masih memiliki keraguan akan keputusan tersebut. Meskipun Pulisic layak mendapatkan posisi di tempat utama sebagai pemain reguler, akan tetapi Lampard merasa sebagian pemain Chelsea yang memiliki posisi sejajar dengan Pulisic juga pantas mendapatkan perhatian yang sama darinya. Maka dari itu, Lampard menganggap bahwa hal ini menjadi sebuah permasalahan tersendiri baginya.

Lampard memang mengatakan bahwa Pulisic layak mendapatkan tempat utama sebagai pemain reguler. Akan tetapi, dia juga masih mempertimbangkan Callum Hudson-Odoi. Menurutnya, Hudson-Odoi menunjukkan performa dan permainan yang sangat memuaskan pada pertandingan antara Chelsea dan Newcastle.

Kembalinya Hudson-Odoi

Berumur tiga tahun lebih muda di bawah Pulisic, Hudson-Odoi kembali dari cederanya dengan membawa kebanggaan tersendiri. Yaitu dengan masuk ke lapangan di menit ke-89 dan langsung mencetak gol ke-7 yang membuat Chelsea menang melawan Grimsby Town.

Kemampuan Hudson-Odoi yang ditunjukkan setelah sembuh dari cedera parah membuat Lampard mengatakan bahwa dia juga pantas untuk mendapatkan tempat utama sebagai pemain reguler di Chelsea. Meski begitu, Lampard sempat memarahi Hudson-Odoi karena memaksakan untuk tampil karena menurutnya seharusnya dia masih harus beristirahat dan tidak terlalu mendorong performanya.

Antara Pulisic dan Hudson-Odoi

Meski Hudson-Odoi menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam penampilan pertamanya setelah mengalami cedera, tetapi Pulisic juga tidak kalah saing. Kedua pemain muda tersebut berhasil membuat Lampard bangga. Terlebih lagi terhadap permainan keduanya pada pertandingan antara Chelsea dan Newcastle United yang menghasilkan skor 1-0.

Untuk penilaian Lampard sendiri terhadap Hudson-Odoi, dia sangat terkesan akan kemampuan pesepak bola berumur 19 tahun tersebut sebagai pemain sayap. Menurutnya, Hudson-Odoi merupakan ancaman terbesar yang dimiliki oleh Chelsea. Sementara untuk Pulisic, dia terkesan melihat usaha pemain tersebut ketika dirinya menjadi pemain pengganti untuk Mason Mount. Menurutnya, Pulisic membantu dalam menjaga dinamisme dalam serangan Chelsea sehingga mereka mampu memenangkan pertandingan tersebut.

Melihat kemampuan kedua pemain muda tersebut, Lampard mengatakan bahwa dia memiliki banyak rencana untuk keduanya. Terlebih lagi mereka masih sangat muda, sehingga Pulisic dan Hudson-Odoi juga masih memiliki banyak sekali kesempatan untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan dan teknik bermain sepak bola mereka. Selain itu, kedua pemain ini juga berhasil mengambil perhatian para penggemar sepak bola seluruh dunia. Lampard sebenarnya sedikit khawatir akan perhatian tersebut. Sebab, ia takut apabila perhatian tersebut akan membuat fokus Pulisic dan Hudson-Odoi buyar sehingga mereka tidak dapat bermain bola dengan benar. Namun, karena dia melihat bahwa perhatian tersebut tidak membuat kedua pemain berbakat hilang fokus, kini Lampard semakin yakin untuk menempatkan mereka berdua sebagai pemain reguler di tempat utama klub Chelsea.




Keagresifan Pemain Man City Ini Dikritik Guardiola

Meski awalnya merasa kurang setuju, tetapi Guardiola melihat bahwa cara tersebut ternyata memperlihatkan hasil yang diingankan.
(Source: www.pexels.com)

Tidak hanya membuat para anggota satu klubnya semakin bersemangat, pemain sepak bola ini juga membuat manager Aston Villa terkesan dengan kemampuannya. Dalam pertandingan antara Manchester City dan Aston Villa yang berakhir dengan skor 3-0 di Stadion Etihad, Manchester, Raheem Sterling mendapatkan julukan sebagai “Man of the Match” dengan terobosan pentingnya tersebut dalam mencetak gol. Bahkan, ketika skor terakhir tersebut ditembakkan, banyak penggemar yang tidak heran ketika penonton turut bersorak sorai menyambut kemenangan klub sepak bola asal Inggris tersebut.

Dalam pertandingan Liga Inggris di laga pekan ke-10 tersebut, Sterling sempat membuat pemain bek kanan Aston Villa Frederic Guilbert kesulitan. Melihat hal tersebut, Dean Smith selaku manager Aston Villa mengatakan dia sudah memprediksi hal tersebut. Bahkan, dia menyebut Sterling sebagai pemain yang tidak dapat diperlakukan secara main-main.

Menjadikan Lawan Sebagai Motivasi

Kemampuan Sterling sebagai seorang pemain sepak bola dengan posisi gelandang dan gelandang serang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Hal inilah yang membuat Smith terkadang selalu menggunakan video permainan Sterling sebagai motivasi bagi para anggota klub yang dipegang. Menurutnya, dengan menunjukkan video tersebut dia berharap bahwa kualitas permainan anggota klubnya akan semakin meningkat jika dibandingkan dengan kualitas beberapa musim lalu.

Tentu saja hal ini semakin diperkuat ketika Aston Villa berhadapan dengan Sterling dalam Liga Inggris laga pekan ke-10 tersebut. Menurut Smith, performa yang ditunjukkan sangat mengagumkan. Apabila skor terbaru turut serta diperhitungkan, maka Sterling telah mencetak skor sebanyak 16 kali dalam jangka waktu 17 pertandingan. Tidak hanya pertandingan di seluruh kompetisi klub, tetapi juga pertandingan antar tim nasional. Karena itu, Smith selalu mengajak pemainnya untuk belajar dari Sterling. Namun, hal tersebut juga dilakukan oleh Smith karena saat ini klub sepak bola Manchester City merupakan salah satu tim terbaik di Eropa. Maka, melihat dan mempelajari dari yang terbaik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas permainan.

Man of the Match

Meski Aston Villa telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka, tetapi ternyata pertahanan tersebut masih dianggap kurang efektif. Sebab, Sterling dengan mudahnya dapat menerobos dan mencetak gol. Maka dari itu, Sterling dianggap sebagai ancaman terbesar. Hanya dalam beberapa menit setelah kick-off dimulai, Sterling sudah mengalahkan Guilbert dan David Silva. Selanjutnya, dengan kecohannya, Sterling dapat menghilangkan fokus Kevin De Bruyne dalam usahanya untuk mencetak gol. Sehingga tembakannya meleset dan menghilangkan kesempatan Aston Villa untuk memiliki skor. Kemudian, beberapa saat sebelum interval, Sterling membuat tendangan Silva memiliki banyak ruang untuk dihadang Manchester City sehingga membuat tembakan skor tersebut tidak efektif.

Membicarakan kemampuan Sterling merupakan suatu hal yang baru bagi Smith. Akan tetapi, hal tersebut merupakan hal yang biasa dibicarakan oleh sesama anggota Manchester City. Bahkan, Pep Guardiola membeberkan bahwa Sterling merupakan topik utama di setiap konferensi pers. Hal tersebut dikarenakan setiap kali bermain, Sterling selalu bermain dengan agresif ketika sudah bertemu dengan bola.

Meski awalnya merasa kurang setuju, tetapi Guardiola melihat bahwa cara tersebut ternyata memperlihatkan hasil yang diingankan. Maka dari itu, seluruh pemain Manchester City meniru cara bermain Sterling. Guardiola mengatakan, ketika para pemain sudah memegang bola, mereka harus menunjukkan keagresifan mereka ketika sedang mengoper bola, mengeksekusi bola, dan bagaimana mereka menembakkan bola sehingga mendapatkan skor yang mumpuni.

Kritik Guardiola

Guardiola memang bangga akan Sterling. Namun, dia memiliki kritik terhadap pertandingan melawan Aston Villa. Tidak hanya kritik pada Sterling, tetapi juga kepada seluruh pemain Manchester City.

Walaupun Guardiola bangga akan kemenangan dengan skor 3-0, tetapi dia merasa masih ada yang kurang. Sebab, klubnya hanya bermain dengan bagus selama 45 menit. Mereka memang menunjukkan performa yang bagus di babak kedua. Namun Guardiola mengatakan mereka seharusnya sudah menunjukkan performa tersebut tidak hanya di babak kedua, tetapi juga di babak pertama dan interval.

Laga Indonesia vs Malaysia Bernilai 643 Juta Rupiah Bagi PSSI

Ketika yang diperbincangkan adalah pertandingan sepak bola Timnas Indonesia melawan Malaysia, maka kondisi sosial dan budaya tidak luput dari perhatian. Merujuk pada letak geografis Indonesia dan Malaysia yang berdampingan, kedua negara ini sering berjumpa di berbagai laga sepak bola dalam segala kategori dan memiliki sejarah rivalitas yang cukup panjang sejak tahun 1957.

Suporter Indonesia dan Malaysia

Kilas Balik Sejarah Timnas Indonesia dan Malaysia

Sebagai negara serumpun yang terletak di Kawasan Asia Tenggara, Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan kekerabatan yang sangat kuat sebagai sesama penganut budaya Melayu. Namun, terkenal sebagai rival abadi dalam dunia sepak bola.

Sejarah mencatat kedua Timnas ini sudah 95 kali bertemu dengan keberhasilan Timnas Indonesia untuk mengantongi kemenangan sebanyak 39 pertandingan, dan Timnas Malaysia sebanyak 35 laga, serta 21 pertandingan yang diakhiri dengan hasil seimbang.

Catatan pertandingan tersebut menjadi pertandingan terbanyak antarnegara sesame kategori Asia tenggara. Tetapi hal itu tidak semata menjadikan Indonesia lebih unggul dalam hal koleksi piala event resmi. Pada kenyataannya Timnas Malaysia lebih unggul dalam mengumpulkan piala event resmi.

Timnas Malaysia telah mengukir sejarah melalui keberhasilannya menjadi juara Piala AFF. Sedangkan Timnas Indonesia baru tercatat berhasil menjadi lima kali runner-up di Piala AFF tersebut dan belum pernah berhasil menjadi yang terbaik di laga-laga tingkat Asia Tenggara.

Untuk catatan kemenangan lainnya, Timnas Indonesia tercatat mengantongi medali emas di multievent Asia Tenggara sebanyak dua kali pada tahun 1987 dan tahun 1991. Dan belum ada catatan kemenangan serupa setelahnya.

Sementara itu, Timnas Malaysia tercatat menjadi kampiun sebanyak enam kali di kancah pertandingan olahraga SEA Games pada tahun 1961, 1977, 1979, 1989, 2009, dan 2011. Timnas Indonesia pernah lolos ke laga puncak di event olahraga SEA Games pada tahun 2011 dan 2013. Namun tidak berhasil meraih hasil terbaik. Pertandingan itu diakhiri dengan kemenangan Timnas Malaysia.

Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang Diwarnai dengan Kericuhan

Perseteruan yang terjadi antara kedua negara ini seringkali tidak semata karena duel panas di lapangan hijau, tapi juga pertaruhan harga diri bangsa. Banyak isu-isu sosial budaya dan politis, terutama sentimen geografis, menjadi pemicu bertambah panasnya rivalitas kedua negara. Hal ini membuat suporter kedua negara sering terlibat benturan di dalam maupun di luar stadion.

Provokasi beberapa oknum suporter Indonesia terhadap Ultras Malaya di laga kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G yang digelar pada Kamis, 5 September 2019 berakhir menjadi perselisihan. Perseturuan tersebut pun sempat membuat pertandingan yang diwasitkan oleh Ko Hyung-Jing itu harus dihentikan sementara dan menjadi pusat perhatian publik.

Usai perselisihan tersebut aman dan terkendali, pertandingan pun dilanjutkan kembali hingga 2×45 menit plus injury time. Walaupun terjadi kericuhan, Timnas Malaysia tetap bermain dengan baik dan mengantongi skor 3-2. Namun usai pertandingan, kericuhan pun memanas kembali hingga pihak kepolisian harus mengamankan suporter Malaysia.

Konflik antara pemain maupun suporter dari kedua negara sudah menjadi hal lumrah. Bila ingin menelusuri perselisihan dalam ranah sepak bola, dapat dilihat bahwa konflik yang terjadi berkisar dalam hal-hal seperti benturan antar pemain, isu-isu kecurangan, perseteruan antar suporter, sampai pada konflik lapangan kerja.

FIFA Ambil Tindakan Tegas Terhadap PSSI

Mengenai perselisihan yang terjadi di lapangan hijau kali ini, FIFA pun tidak tinggal diam. Akibat dari kejadian tersebut, FIFA memberikan sanksi denda sebesar 45.000 Franc Swiss (CHF), atau setara dengan 643 juta Rupiah, kepada PSSI.

Selasa, 9 Oktober 2019 Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengungkapkan bahwa PSSI menghormati keputusan dan proses hokum yang diberikan oleh FIFA terhadap PSSI. Menurut Ratu Tisha Destria, PSSI akan memenuhi kewajiban dan mengevaluasi kejadian tersebut. Selain menaruh harapan besar agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, Sekretaris Jenderal PSSI tersebut juga berharap semua pihak dapat bersinergi untuk mewujudkan nilai-nilai baik dalam sepak bola.

Berkaca pada Pemberian Sanksi oleh FIFA

Perjuangan Alberto Goncalves pada menit ke 12 dan 39 untuk mencetak dua gol bagi Indonesia tidak berhasil membawa Indonesia menjadi pemenang pertandingan laga kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Timnas Malaysia. Tidak cukup sampai disitu, jerih payah Timnas Indonesia harus dinodai oleh tindakan suporter Indonesia yang mengecewakan.

Timnas Indonesia sendiri dijadwalkan akan bertemu dengan Timnas Vietnam dalam laga keempat Pra-Piala Dunia 2022 pada Selasa, 15 Oktober 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Peristiwa-peristiwa kericuhan yang terjadi saat Timnas Indonesia bertanding melawan Timnas negara lain tentu saja diharapkan tidak akan terjadi lagi di kemudian hari.

Meskipun Indonesia sudah dipastikan terlepas dari ancaman sanksi lainnya yang lebih berat, namun sanksi yang diberikan tentu saja tetap menjadi kerugian bagi Indonesia. Hal tersebut harus dapat menjadi pelajaran dan evaluasi tidak hanya bagi PSSI, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara menyeluruh karena sepak bola seharusnya bukan menjadi ajang baku hantam, melainkan pemersatu bangsa dan promosi keragaman budaya serta untuk menyerukan sikap saling menghormati satu sama lain.

Posted on

Jadi Pemain Sepak Bola Handal Setelah Paham Teknik Ini

Kuasai Teknik Dasar Sepak Bola dan Jadi Bintang Lapangan yang Handal

Sepak bola adalah salah satu jenis permainan olahraga yang dimainkan oleh dua tim dengan tujuan mencetak gol di gawang lawan. Tidak dapat dipungkiri, salah satu olahraga yang paling populer dan digemari di dunia adalah sepak bola. Tingkat popularitas permainan ini membuat banyak liga-liga tingkat nasional maupun internasional diselenggarakan oleh berbagai komite olahraga.

Perhelatan sepak bola yang paling dinantikan adalah Piala Dunia dan UEFA Euro Championship. Tentunya tidak mudah untuk dapat menjadi salah satu dari pemain nasional pada pertandingan-pertandingan tersebut. Selain menjaga kebugaran dan pola hidup sehat, seorang pemain sepak bola juga diharuskan mengetahui peraturan-peraturan sepak bola serta menguasai teknik dasar bermain sepak bola.

Tanpa dibekali teknik dasar bermain sepak bola, seorang pemain tidak akan dapat bermain secara maksimal. Namun dengan penguasaan teknis dasar, seorang pemain sepak bola yang handal akan memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam memaksimalkan fungsi peran yang dipercayakan kepada mereka.

Teknik Menggiring Bola (Dribbling)

Teknik menggiring bola atau dribbling adalah teknik dasar dimana seorang pemain membawa bola dengan menggunakan kaki dan disaat bersamaan juga mengontrol kecepatan bola.

Speed Dribbling

Teknik dribbling yang dilakukan dengan cara berlari, membuang bola ke depan, lalu mengejarnya.

Closed Dribbling

Closed dribbling merupakan teknik yang dilakukan dengan cara menggiring dan mengontrol bola secara baik dan benar. Teknik ini umumnya dilakukan saat seorang pemain sedang dihadang atau diapit oleh lawan.

Menggiring dengan Punggung Kaki

Saat melakukan teknik ini, pemain berusaha menatap lurus ke depan selagi menaruh kaki pada ujung bola dan kemudian pemain mendorong bola dengan menggunakan punggung kaki. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai waktunya untuk menghentikan laju bola dengan telapak kaki.

Menggiring dengan Kaki Bagian Dalam

Teknik ini dilakukan dengan memutar pergelangan kaki ke arah luar dengan arah pandangan mata yang diusahakan lurus ke depan, lalu giring bola menggunakan kaki bagian dalam ke arah depan dengan posisi kaki agak terangkat dari tanah. Gerakan ini dilakukan berkali-kali sebelum menghentikan bola menggunakan telapak kaki.

Menggiring dengan Kaki Bagian Luar

Tidak jauh berbeda dengan teknik menggiring menggunakan kaki bagian dalam, teknik ini dilakukan dengan cara yang sama hanya saja bagian kaki yang digunakan adalah kaki bagian luar.

Teknik Menendang Bola (Kicking)

Teknik dasar kedua yang sangat penting dalam bermain sepak bola adalah teknik menendang bola atau shooting. Teknik ini merupakan salah satu karakteristik permainan sepak bola yang paling wajib untuk dikuasai karena permainan sepak bola adalah permainan yang didominasi dengan kegiatan menendang. Tujuan dari teknik ini adalah untuk mengumpan dan menembakkan bola ke arah gawang lawan.

Teknik Mengoper Bola (Passing)

Pada praktiknya di lapangan, teknik mengoper bola sangat penting dan bermanfaat untuk permainan tim karena sepak bola merupakan jenis permainan yang mengandalkan kemampuan tim dan bukan kemampuan individu semata.

Ketika pertahanan tim lawan sangat sulit untuk ditembus, passing atau teknik mengoper bola akan jadi pilihan yang sangat efektif. Pengontrolan kekuatan juga berperan saat akan melakukan pengoperan bola. Ada tiga teknik mengoper bola yang dilakukan seorang pemain sepak bola, yaitu teknik mengoper bola pendek, panjang atau through pass, dan jauh atau umpan lambung.

Teknik Menghentikan Bola (Stopping)

Ketika seorang pemain mendapat operan bola, tentunya sang pemain harus dapat menghentikan bola seketika untuk mengatur kembali strategi yang akan dilakukan selanjutnya. Lalu bagaimana teknik untuk menghentikan bola?

Menghentikan Bola dengan Kaki

Untuk dapat melakukan teknik menghentikan bola dengan kaki, pertama-tama pemain harus memiliki pandangan yang fokus pada bola yang sedang mengarah datang. Ketika bola sudah datang, pemain dapat menghentikan bola dan menyesuaikan gerakan tubuh untuh mengatur strategi selanjutnya.

Menghentikan Bola dengan Dada

Langkah-langkah menghentikan bola dengan dada adalah dengan fokuskan pandangan ke arah datangnya bola, posisikan tubuh bergerak maju dan mundur menjemput bola, jaga keseimbangan tubuh selagi membuat tangan dan dada dalam posisi terbuka lebar, tahan bola yang datang di bagian dada dengan menarik badan ke belakang sedikit, dan jatuhkan bola di antara kedua kaki.

Menghentikan Bola dengan Paha

Serupa dengan cara menghentikan bola dengan kaki dan dada, menghentikan bola dengan paha dilakukan dengan cara mengangkat satu kaki ketika bola datang dan menahan bola tersebut menggunakan paha.

Teknik Menyundul Bola (Heading)

Seorang pemain sepak bola akan menggunakan teknik menyundul bola untuk membobol gawang lawan dan ketika akan menggapai bola yang terlalu tinggi. Pengaturan waktu yang tepat untuk melompat menyambut datangnya bola sangat diperlukan pada teknik ini. Bagian kepala yang digunakan untuk melakukan sundulan adalah dahi agar bola dapat diarahkan sesuai keinginan dan meluncur secara terarah dengan tenaga yang cukup.

Teknik Merebut Bola (Intercepting)

Teknik ini digunakan untuk menghentikan laju umpan musuh dan bertahan dari serangan tim lawan. Sebelum melakukan teknik ini, seorang pemain harus dapat membaca gerakan lawan terlebih dahulu untuk menghindari sanksi kartu kuning ataupun merah karena dengan teknik ini terkadang yang terkena adalah kaki lawan dan bukan bola.

Teknik Menyapu Bola

Serupa dengan intercepting, teknik ini juga digunakan seorang pemain untuk bertahan dari serangan lawan. Teknik ini dilakukan dengan cara menyesuaikan kecepatan dengan kecepatan lawan, menjatuhkan badan sekaligus meluruskan satu kaki untuk menahan kecepatan bola. Teknik beresiko tinggi dapat mencederai lawan dan membuat pemain mendapatkan kartu kuning apabila tidak dilakukan dengan sangat hati-hati.

Teknik Lemparan ke Dalam

Teknik goalkeeping biasanya dilakukan oleh seorang kiper atau pemain yang bertugas sebagai penjaga gawang dalam permainan. Teknik ini juga sebagai pertahanan akhir dalam sebuah tim yang tentu saja menjadi sangat penting untuk menghindari pemain lawan mencetak gol.

Teknik Juggling Bola

Juggling sangat berguna untuk melatih kepiawaian bermain sepak bola. Dengan penguasaan teknik juggling yang tinggi, seorang pemain akan dapat mengontrol bola dengan baik, serta melakukan trik-trik pengalihan untuk menipu tim lawan.

Namun teknik juggling tidak mudah dilakukan. Cara melakukan teknik ini adalah dengan memfokuskan pandangan mata ke arah bola, kemudian gunakan telapak kaki untuk menarik bola sampai jatuh ke ujung kaki. Saat bola telah menyentuh ujung kaki, pemain harus mengangkat kaki dan membuat bola ikut terangkat. Keseimbangan tubuh yang tinggi sangat diperlukan dalam melatih teknik juggling.

Setelah mengetahui teknik-teknik dasar permainan sepak bola, tentu akan lebih mudah untuk memahami cara jadi pemain sepak bola yang handal. Teknik dasar adalah pondasi untuk menjadi pemain sepak bola yang hebat, tetapi tidak cukup hanya mengetahuinya saja. Teknik dasar bermain sepak bola tentu harus dilatih hingga dapat bermain sepak bola dengan mahir. Latihan yang rutin dan giat niscaya akan membuat penguasaan teknik dasar bermain sepak bola semakin baik.

Sejarah Menendang Bola yang Kini Jadi Permainan Dunia

Ilustrasi Pertandingan Sepak Bola Dunia

Sepak bola senantiasa menjadi permainan yang sangat digemari di seluruh penjuru dunia dan dipertandingkan dalam berbagai ajang tingkat lokal maupun internasional. Nyaris tidak ada orang yang tidak tahu sepak bola. Namun apa itu sebenarnya sepak bola dan nilai-nilai historikal yang terkandung di dalamnya?

Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan objek permainan berupa bola dengan material kulit atau karet. Permainan sepak bola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 pemain inti dan beberapa pemain cadangan atau pengganti.

Permainan menendang bola ini berasal dari luar Indonesia dan lebih dikenal dengan istilah Football di Inggris, atau Soccer di Amerika, dan “sepak bola” di Indonesia. Secara etimologi, sepak bola terdiri dari dua kata, yakni sepak dan bola. Sepak memiliki arti menendang menggunakan kaki, sedangkan bola artinya suatu instrumen permainan yang terbuat dari kulit atau karet dengan bentuk bulat.

Salah satu karakteristik permainan sepak bola yaitu menendang, menggiring, dan mengoper bola dengan tujuan mencetak gol ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan mempertahankan gawang sendiri agar tidak kemasukan bola. Jadi, sepak bola merupakan suatu permainan yang diaplikasikan dengan cara menendang melalui pengolahan gerak tubuh.

Sejarah Sepak Bola Internasional

Berasal dari luar negeri, sepak bola pada proses perkembangannya terus mengalami berbagai penyempurnaan sehingga kini memiliki berbagai karakteristik dasar yang membentuk sepak bola menjadi permainan yang seperti saat ini dimainkan di berbagai belahan dunia. Proses perkembangan tersebut dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu sepak bola kuno dan sepak bola modern.

Sejarah Sepak Bola Kuno

Salah satu negara yang dianggap FIFA sebagai salah satu cikal bakal sepak bola kuno adalah China di masa pemerintahan Dinasti Han pada abad kedua dan abad ketiga sebelum Masehi. Pada masa itu, sepak bola dimainkan dengan menggunakan bola berbahan kulit dan gawang dengan jaring berukuran kecil, dan dikenal sebagai “Tsu Chu” atau “Cuju”.

Selain China, permainan bola kuno juga ditemukan di Korea, Jepang, hingga Vietnam. Di negara sakura sendiri permainan menggiring bola dikenal dengan nama “Kemari” dengan kulit kijang sebagai material bola. Di Jepang permainan Kemari masih dimainkan sampai sekarang sebagai olahraga rekreasi. Cara memainkannya juga berbeda dengan di China. Di Jepang, permainan bola kuno dimainkan dengan cara menendang-nendang bola dalam satu lingkaran kecil dan seluruh pemain diharuskan saling mengoper untuk mencegah bola jatuh ke tanah sehingga permainan ini dinilai sangat minim kompetitif.

Tidak hanya di Benua Asia, permainan sepak bola kuno juga di berbagai negara lainnya seperti Yunani, Inggris, Amerika Utara, dan Mesir Kuno. Di Yunani, permainan sepak bola kuno dimainkan oleh 12 sampai dengan 14 orang di setiap tim. Berbeda dengan permainan bola kuno yang ditemukan di berbagai negara lainnya, di Yunani pemain diperbolehkan untuk menggunakan tangan saat bermain. Namun, permainan juga diwarnai dengan saling bertempur layaknya Sparta. Cara bermainnya yakni kedua tim saling melempar bola dengan tujuan membuat bola berada sejauh-jauhnya dari zona lapangan tim dan berada di zona lawan sambil melakukan tackle atau usaha untuk menjulurkan kaki sebagai upaya untuk merebut penguasaan bola lawan.

Sejarah Sepak Bola Modern

Seiring dengan perkembangan jaman, permainan tersebut pun mengalami tumbuh kembang. Pada beberapa pertandingan, banyak kekerasan yang mewarnai permainan menendang bola ini. Hal itu membuat Raja Edward III pada tahun 1365 melarang untuk memainkan kegiatan olahraga ini. Hal serupa terjadi di Skotlandia saat Raja James I memberikan dukungan melarang permainan sepak bola.

Semula folk football dimainkan di seluruh pelosok tanah Inggris Raya tanpa penerapan aturan dasar permainan. Hingga pada akhirnya Universitas Cambridge membuat standarisasi peraturan pada tahun 1843 yang kemudian dikenal sebagai Cambridge Rules. Perlahan hal tersebut mendapat perhatian khusus usai pertandingan permainan di Freemasons Tavern pada tahun 1863 yang diikuti oleh 11 sekolah privat yang duduk bersama membuat rumusan aturan baku permainan sepak bola, serta membuat pemisahan tegas antara rugby dan sepak bola. Tata cara bermain sepak bola ini kemudian berubah pada tahun 1869 dengan dilarangnya membawa bola dengan tangan.

Kelahiran sejarah sepak bola modern ditandai dengan dimulainya penerapan aturan-aturan dasar permainan dan didirikannya perkumpulan sepak bola pada abad ke 19. Tanggal 21 Mei 1904 asosiasi tertinggi sepak bola dunia FIFA (Federation International de Football Association) dibentuk di Kota Paris, Prancis. Dalam perjalanannya, kompetisi-kompetisi diadakan untuk menguji tingkat permainan antar tim.

Daftar Peristiwa Penting Dunia Sepak Bola Internasional

  • Tahun 1863 asosiasi sepak bola Inggris dibentuk.
  • Pertandingan pertama yang dilakukan di luar Inggris terjadi pada tahun 1885, yaitu antara Kadana melawan Amerika Serikat.
  • Rapat pembentukan asosiasi organisasi sepak bola pada tahun 1886.
  • Keputusan yang dikeluarkan pada tahun 1888 dimana telah ditentukan bahwa pemimpin dan pemegang kekuasaan penuh dalam sebuah pertandingan adalah seorang wasit.
  • Beranggotakan Prancis, Belanda, Spanyol, Swiss, Belgia, dan Swedia, FIFA dibentuk pada tahun 1904.

Sejarah Sepak Bola Indonesia

Permainan sepak bola modern yang dikenal sangat luas dan mendunia ini datang ke tanah Nusantara pada masa kolonial Belanda. Sepak bola pertama kali dimainkan di Indonesia oleh para pemuda China dan para pemuda asli pribumi. Tumbuh kembang sepak bola di tanah Nusantara ternyata disambut positif dan melaju pesat sehingga terbentuk perkumpulan-perkumpulan di beberapa kota seperti Surabaya, Batavia, dan Medan.

Pada tanggal 20 April 1919, berbagai asosiasi sepak bola yang ada di tanah air Bersatu membentuk Dederlandsch-Indische Voetbal Bond (NIVB) yang kemudian baru pada tanggal 20 Oktober 1919 diakui secara resmi oleh pemerintahan Hindia Belanda. Anggota pertama NIVB adalah Surabaya (SBV), Batavia (VBO), Semarang (SVO), Bandung (BVB), Malang, Yogyakarta, dan Sukabumi. Selang 5 tahun, Indonesia resmi masuk menjadi anggota FIFA pada tanggal 19 April 1924 yang penetapannya berlangsung pada 24 Mei 1924.

Adapun pada tanggal 19 April 1930 berdiri persatuan sepak bola seluruh Indonesia atau PSSI yang diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo, seorang tokoh penting dalam dunia sepak bola Indonesia yang mengabdikan diri sebagai pembina sepak bola tanah air. Tangan besi beliau berhasil mengantar sepak bola Indonesia melewati berbagai kompetisi skala nasional hingga internasional.

Berawal dari permainan sepak bola kuno hingga menjadi sepak bola modern, sejarah menendang bola yang kini menjadi permainan dunia selalu lekat mewarnai laju perjalanan salah satu jenis olahraga ini. Penuh dengan balutan ragam social dan budaya. Bahkan tidak jarang unsur politis turut serta mewarnai pertandingan yang berlangsung. Namun hikmatnya permainan sepak bola adalah sebuah olahraga yang penuh dengan nilai historikal yang harus dilestarikan dan menjadi pemersatu seluruh bangsa di muka bumi, serta menjadi ajang pertandingan skala internasional yang sportif dan memperkaya ragam budaya catatan sejarah dunia sepak bola di masa depan.