Keagresifan Pemain Man City Ini Dikritik Guardiola

Meski awalnya merasa kurang setuju, tetapi Guardiola melihat bahwa cara tersebut ternyata memperlihatkan hasil yang diingankan.
(Source: www.pexels.com)

Tidak hanya membuat para anggota satu klubnya semakin bersemangat, pemain sepak bola ini juga membuat manager Aston Villa terkesan dengan kemampuannya. Dalam pertandingan antara Manchester City dan Aston Villa yang berakhir dengan skor 3-0 di Stadion Etihad, Manchester, Raheem Sterling mendapatkan julukan sebagai “Man of the Match” dengan terobosan pentingnya tersebut dalam mencetak gol. Bahkan, ketika skor terakhir tersebut ditembakkan, banyak penggemar yang tidak heran ketika penonton turut bersorak sorai menyambut kemenangan klub sepak bola asal Inggris tersebut.

Dalam pertandingan Liga Inggris di laga pekan ke-10 tersebut, Sterling sempat membuat pemain bek kanan Aston Villa Frederic Guilbert kesulitan. Melihat hal tersebut, Dean Smith selaku manager Aston Villa mengatakan dia sudah memprediksi hal tersebut. Bahkan, dia menyebut Sterling sebagai pemain yang tidak dapat diperlakukan secara main-main.

Menjadikan Lawan Sebagai Motivasi

Kemampuan Sterling sebagai seorang pemain sepak bola dengan posisi gelandang dan gelandang serang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Hal inilah yang membuat Smith terkadang selalu menggunakan video permainan Sterling sebagai motivasi bagi para anggota klub yang dipegang. Menurutnya, dengan menunjukkan video tersebut dia berharap bahwa kualitas permainan anggota klubnya akan semakin meningkat jika dibandingkan dengan kualitas beberapa musim lalu.

Tentu saja hal ini semakin diperkuat ketika Aston Villa berhadapan dengan Sterling dalam Liga Inggris laga pekan ke-10 tersebut. Menurut Smith, performa yang ditunjukkan sangat mengagumkan. Apabila skor terbaru turut serta diperhitungkan, maka Sterling telah mencetak skor sebanyak 16 kali dalam jangka waktu 17 pertandingan. Tidak hanya pertandingan di seluruh kompetisi klub, tetapi juga pertandingan antar tim nasional. Karena itu, Smith selalu mengajak pemainnya untuk belajar dari Sterling. Namun, hal tersebut juga dilakukan oleh Smith karena saat ini klub sepak bola Manchester City merupakan salah satu tim terbaik di Eropa. Maka, melihat dan mempelajari dari yang terbaik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas permainan.

Man of the Match

Meski Aston Villa telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka, tetapi ternyata pertahanan tersebut masih dianggap kurang efektif. Sebab, Sterling dengan mudahnya dapat menerobos dan mencetak gol. Maka dari itu, Sterling dianggap sebagai ancaman terbesar. Hanya dalam beberapa menit setelah kick-off dimulai, Sterling sudah mengalahkan Guilbert dan David Silva. Selanjutnya, dengan kecohannya, Sterling dapat menghilangkan fokus Kevin De Bruyne dalam usahanya untuk mencetak gol. Sehingga tembakannya meleset dan menghilangkan kesempatan Aston Villa untuk memiliki skor. Kemudian, beberapa saat sebelum interval, Sterling membuat tendangan Silva memiliki banyak ruang untuk dihadang Manchester City sehingga membuat tembakan skor tersebut tidak efektif.

Membicarakan kemampuan Sterling merupakan suatu hal yang baru bagi Smith. Akan tetapi, hal tersebut merupakan hal yang biasa dibicarakan oleh sesama anggota Manchester City. Bahkan, Pep Guardiola membeberkan bahwa Sterling merupakan topik utama di setiap konferensi pers. Hal tersebut dikarenakan setiap kali bermain, Sterling selalu bermain dengan agresif ketika sudah bertemu dengan bola.

Meski awalnya merasa kurang setuju, tetapi Guardiola melihat bahwa cara tersebut ternyata memperlihatkan hasil yang diingankan. Maka dari itu, seluruh pemain Manchester City meniru cara bermain Sterling. Guardiola mengatakan, ketika para pemain sudah memegang bola, mereka harus menunjukkan keagresifan mereka ketika sedang mengoper bola, mengeksekusi bola, dan bagaimana mereka menembakkan bola sehingga mendapatkan skor yang mumpuni.

Kritik Guardiola

Guardiola memang bangga akan Sterling. Namun, dia memiliki kritik terhadap pertandingan melawan Aston Villa. Tidak hanya kritik pada Sterling, tetapi juga kepada seluruh pemain Manchester City.

Walaupun Guardiola bangga akan kemenangan dengan skor 3-0, tetapi dia merasa masih ada yang kurang. Sebab, klubnya hanya bermain dengan bagus selama 45 menit. Mereka memang menunjukkan performa yang bagus di babak kedua. Namun Guardiola mengatakan mereka seharusnya sudah menunjukkan performa tersebut tidak hanya di babak kedua, tetapi juga di babak pertama dan interval.