Keunggulan Pendidikan Sepakbola Belanda

sepak-bola-belanda

Bakat Indonesia mencari pendidikan sepakbola ke Eropa. Belanda merupakan salah satu tujuan favorit karena memiliki sarana dan prasarana pendidikan sepakbola usia dini yang tertata. Eka Tanjung melihat minimal ada lima nilai plus Belanda dibanding negara-negara lain.

Sistem Jelas
Belanda menerapkan sistem sepakbola yang jelas. Dua pola dasar yang dikembangkan Johan Cruyff dan Wiel Coerver menjadi acuan dan warna tersendiri bagi permainan sepakbola khas Belanda. Kita sering mendengar istilah “Totaal Voetbal” yang bersumber dari Belanda. Hingga saat ini sistem itu mengilhami sukses timnas Spanyol dan FC Barcelona.

Fasilitas Lapangan
Di Belanda terdapat 3200 klub amatir dengan fasilitas lapangan dan pelatihan yang memadai. Lapangan rumput dan sintetis yang bagus dan terawat dengan baik. Setiap kawan dari Indonesia yang menyaksikan fasilitas sepakbola di klub-klub Belanda, selalu berdecak kagum. “Wuih bagus banget lapangannya. ada 6 lapangan sintetis dan rumput alam yang sangat terrawat.”

Bahasa Inggris
Hampir setiap pemain dan pelatih sepakbola di Belanda mengerti dan bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Sehingga pemain asing yang belum memahami Bahasa Belanda, tetap bisa berpartisipasi dalam pelatihan maupun dalam kompetisi. Sementara itu di negara-negara lain pemain dan pelatih terkadang kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Mengingat pentingnya komunikasi dalam sepakbola, maka hambatan bahasa bisa berpengaruh pada prestasi individu maupun team.

Keturunan Indonesia
Pemain dari Indonesia tidak perlu cemas merasa terasingkan di klub sepakbola di Belanda. Sebab jejak hubungan sejarah Belanda dan Indonesia selama tiga ratusan tahun, masih tampak juga di masyarakat dan juga di sepakbola. Hampir di setiap klub amatir maupun profesional Belanda terdapat pemain sbobet88 pelatih, staf, pengurus atau scout keturunan Indonesia. Eka Tanjung sudah menyaksikan dan membuktikannya sendiri.

Makanan Indonesia
Eka Tanjung, sebagai penyuka makanan tradisional Indonesia merasa betah tinggal di Belanda. Walau sudah 30 tahun berdomisili di Belanda namun lidah masih tetap Gunung Kemukus. Hampir semua bahan makanan Indonesia bisa didapat di setiap kota. Tahu, Tempe, Ikan Asin, Jengkol, Daun Singkong, Sambal Goreng, Pecel, Mie Ayam, Mie Kocok, Renang tersedia dimana-mana. Soal makanan Indonesia, tidak perlu cemas.

Jarak Sepeda
Anak-anak Belanda biasa menggunakan sepeda ke sekolah dan ke latihan sepakbola. Menggayuh sepeda sangat sehat. Selain karena Belanda memiliki jalan khusus sepeda, juga karena permukaan negaranya datar. Ditambah dengan ukuran negara yang hanya sebesar propinsi Jawa Tengah maka lokasi sangat berdekatan. Eka Tanjung selalu menikmati pemandangan indah, ketika menyaksikan puluhan pemain sepakbola cilik usia 7 tahunan, berduyun-duyun menggayuh pedal sepeda di jalan khusus sepeda menuju ke training di klub.

Ibadah
Hal penting dalam kehidupan orang Indonesia adalah beribadah dan berdoa. Belanda memberikan kebebasan bagi penduduknya untuk menjalankan ibadah menurut keyakinan masing-masing. Hal itu terlihat banyaknya tempat ibadah bagi semua agama. Gereja dan masjid bisa ditemukan di setiap kota besar dan kecil. Pemain sepakbola Indonesia bisa menjalankan Sholat Ied Fitr atau Natalan di tempat ibadah yang tersedia dengan komunitas Indonesia.

Kiat Menemukan Klub Belanda

Keputusan FIFA mensuspend Indonesia, melumpuhkan partisipasi timnas Indonesia di kompetisi sepakbola dunia. Di saat yang sama muncul tawaran kreatif dari dunia sepakbola untuk memecahkan kebuntuan. Kami siap membantu pendaftaran maupun bimbingan bagi pemain Indonesia yang mencari klub Belanda.

Peluang
Salah satu klub yang membuka kesempatan bagi para pemain Indonesia dan dari negara lain adalah MVV. Klub Liga Jupiler League dari kota Maastricht itu memberi peluang bersaing merebut tempat di skuad Belanda Selatan itu.

Berita Dunia
Pengumuman mengenai seleksi itu disampaikan lewat website nya dan dikutip berbagai portal berita online. Algemeen Dagblad, NRC Handelsblad, Metronieuws.nl, dan lainnya. Bahkan pengumuman penjaringan itu juga dikutip media internasional seperti Goal.com (Italia), Goal.com (Spanyol) dan Goal.com (Indonesia).

Menarik membaca Goal.com/Indonesia yang melihat kesempatan dari para bakat Indonesia untuk bersaing menjadi bagian dari skuad Maastricht. Peluang mencari klub di Belanda merupakan salah satu kemungkinan memecahkan kebuntuan akibat dari suspend yang dijatuhkan FIFA kepada Indonesia.

Kebiasaan Buruk Yang Dibenci Pelatih Belanda

Pelatih Belanda umumnya benci kepada telat datang. Biasanya mereka sudah terlebih dahulu berada di lapangan satu jam sebelum jadwal latihan dimulai. Pemain diharapkan menyusul 15 menit sebelum latihan dimulai


On Time
Eka Tanjung sering mengamati klub amatir maupun profesional di Belanda. Klub amatir Buitenboys SC, FC Almere, maupaun profesional sekelas Ajax Amsterdam maupun PSV Eindhoven sangat mementingkan being on time dan membenci pemain yang datang terlambat.

Juru Parkir
Kasus terbaru terjadi pada Richairo Zivkovic di Ajax Amsterdam pekan ini. Striker yang musim lalu dibeli senilai Rp. 40M dari FC Groningen dihukum menjadi Juru Parkir di Akademi de Tekomst. Frank de Boer menghukum Zivkovic “hanya” karena terlambat muncul ke latihan.

Terlambat Lagi
Selama dua hari berturut-turut, Richairo harus menjadi penjaga pintu portal untuk mobil yang masuk ke kompleks pelatihan de Toekomst. “Dua hari ini, dia memang menjadi penjaga parkir karena dia telat lagi.”ungkap Sjaak Swart, manajer nya. Hukuman itu diduga keputusan dari Frank de Boer. Terlambat datang ke latihan di Belanda dipandang sebagai sikap yang tidak profesional dan tidak menghormati sesama pemain dan pelatih. Zivkovic akibatnya tidak masuk dalam daftar pemain Jong Ajax dan juga tidak masuk Line-Up tim utama Ajax lawan SC Cambuur, walaupun Striker Milik diperkirakan absen.

Harga Mahal
Pemain seharga Rp. 40 M saja dihukum sebegitu beratnya, bagaimana dengan pemain di level amatir yang datang terlambat. Eka Tanjung sering menyaksikan pemain berbakat yang tidak bisa tembus ke jenjang profesional, hanya karena menyepelekan ‘waktu’. Walaupun pemain memiliki kualitas yang bagus dan bakat yang luar biasa, namun ketika dia sering datang terlambat ke latihan, tidak lagi dipasang dan dimainkan.

Tidak Serius
Pelatih dan sesama rekan di tim di Belanda tidak senang kepada pemain yang tidak serius. Pelatih tidak memasang si jago telat dan rekan sesama pemain juga jadi jarang mengumpan bola kepada striker yang tidak disiplin. Akibatnya pemain seperti itu akan menjadi frustasi dan prestasinya semakin merosot. Ketika sudah tersingkirkan dari tim utama, biasa pemain semodel itu akan menyalahkan orang lain.

“Saya tidak bisa sukses jadi pemain sepakbola, karena saya dijahati oleh semua orang,” itu biasanya bunyi keluhan pemain yang merasa didzolimi. Dan biasannya pemain semacam itu lupa bercermin dan tidak mau mencari sebab pada dirinya sendiri. Padahal, kuncinya hanya karena ‘tukang telat.’