Sejarah Menendang Bola yang Kini Jadi Permainan Dunia

Ilustrasi Pertandingan Sepak Bola Dunia

Sepak bola senantiasa menjadi permainan yang sangat digemari di seluruh penjuru dunia dan dipertandingkan dalam berbagai ajang tingkat lokal maupun internasional. Nyaris tidak ada orang yang tidak tahu sepak bola. Namun apa itu sebenarnya sepak bola dan nilai-nilai historikal yang terkandung di dalamnya?

Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan objek permainan berupa bola dengan material kulit atau karet. Permainan sepak bola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 pemain inti dan beberapa pemain cadangan atau pengganti.

Permainan menendang bola ini berasal dari luar Indonesia dan lebih dikenal dengan istilah Football di Inggris, atau Soccer di Amerika, dan “sepak bola” di Indonesia. Secara etimologi, sepak bola terdiri dari dua kata, yakni sepak dan bola. Sepak memiliki arti menendang menggunakan kaki, sedangkan bola artinya suatu instrumen permainan yang terbuat dari kulit atau karet dengan bentuk bulat.

Salah satu karakteristik permainan sepak bola yaitu menendang, menggiring, dan mengoper bola dengan tujuan mencetak gol ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan mempertahankan gawang sendiri agar tidak kemasukan bola. Jadi, sepak bola merupakan suatu permainan yang diaplikasikan dengan cara menendang melalui pengolahan gerak tubuh.

Sejarah Sepak Bola Internasional

Berasal dari luar negeri, sepak bola pada proses perkembangannya terus mengalami berbagai penyempurnaan sehingga kini memiliki berbagai karakteristik dasar yang membentuk sepak bola menjadi permainan yang seperti saat ini dimainkan di berbagai belahan dunia. Proses perkembangan tersebut dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu sepak bola kuno dan sepak bola modern.

Sejarah Sepak Bola Kuno

Salah satu negara yang dianggap FIFA sebagai salah satu cikal bakal sepak bola kuno adalah China di masa pemerintahan Dinasti Han pada abad kedua dan abad ketiga sebelum Masehi. Pada masa itu, sepak bola dimainkan dengan menggunakan bola berbahan kulit dan gawang dengan jaring berukuran kecil, dan dikenal sebagai “Tsu Chu” atau “Cuju”.

Selain China, permainan bola kuno juga ditemukan di Korea, Jepang, hingga Vietnam. Di negara sakura sendiri permainan menggiring bola dikenal dengan nama “Kemari” dengan kulit kijang sebagai material bola. Di Jepang permainan Kemari masih dimainkan sampai sekarang sebagai olahraga rekreasi. Cara memainkannya juga berbeda dengan di China. Di Jepang, permainan bola kuno dimainkan dengan cara menendang-nendang bola dalam satu lingkaran kecil dan seluruh pemain diharuskan saling mengoper untuk mencegah bola jatuh ke tanah sehingga permainan ini dinilai sangat minim kompetitif.

Tidak hanya di Benua Asia, permainan sepak bola kuno juga di berbagai negara lainnya seperti Yunani, Inggris, Amerika Utara, dan Mesir Kuno. Di Yunani, permainan sepak bola kuno dimainkan oleh 12 sampai dengan 14 orang di setiap tim. Berbeda dengan permainan bola kuno yang ditemukan di berbagai negara lainnya, di Yunani pemain diperbolehkan untuk menggunakan tangan saat bermain. Namun, permainan juga diwarnai dengan saling bertempur layaknya Sparta. Cara bermainnya yakni kedua tim saling melempar bola dengan tujuan membuat bola berada sejauh-jauhnya dari zona lapangan tim dan berada di zona lawan sambil melakukan tackle atau usaha untuk menjulurkan kaki sebagai upaya untuk merebut penguasaan bola lawan.

Sejarah Sepak Bola Modern

Seiring dengan perkembangan jaman, permainan tersebut pun mengalami tumbuh kembang. Pada beberapa pertandingan, banyak kekerasan yang mewarnai permainan menendang bola ini. Hal itu membuat Raja Edward III pada tahun 1365 melarang untuk memainkan kegiatan olahraga ini. Hal serupa terjadi di Skotlandia saat Raja James I memberikan dukungan melarang permainan sepak bola.

Semula folk football dimainkan di seluruh pelosok tanah Inggris Raya tanpa penerapan aturan dasar permainan. Hingga pada akhirnya Universitas Cambridge membuat standarisasi peraturan pada tahun 1843 yang kemudian dikenal sebagai Cambridge Rules. Perlahan hal tersebut mendapat perhatian khusus usai pertandingan permainan di Freemasons Tavern pada tahun 1863 yang diikuti oleh 11 sekolah privat yang duduk bersama membuat rumusan aturan baku permainan sepak bola, serta membuat pemisahan tegas antara rugby dan sepak bola. Tata cara bermain sepak bola ini kemudian berubah pada tahun 1869 dengan dilarangnya membawa bola dengan tangan.

Kelahiran sejarah sepak bola modern ditandai dengan dimulainya penerapan aturan-aturan dasar permainan dan didirikannya perkumpulan sepak bola pada abad ke 19. Tanggal 21 Mei 1904 asosiasi tertinggi sepak bola dunia FIFA (Federation International de Football Association) dibentuk di Kota Paris, Prancis. Dalam perjalanannya, kompetisi-kompetisi diadakan untuk menguji tingkat permainan antar tim.

Daftar Peristiwa Penting Dunia Sepak Bola Internasional

  • Tahun 1863 asosiasi sepak bola Inggris dibentuk.
  • Pertandingan pertama yang dilakukan di luar Inggris terjadi pada tahun 1885, yaitu antara Kadana melawan Amerika Serikat.
  • Rapat pembentukan asosiasi organisasi sepak bola pada tahun 1886.
  • Keputusan yang dikeluarkan pada tahun 1888 dimana telah ditentukan bahwa pemimpin dan pemegang kekuasaan penuh dalam sebuah pertandingan adalah seorang wasit.
  • Beranggotakan Prancis, Belanda, Spanyol, Swiss, Belgia, dan Swedia, FIFA dibentuk pada tahun 1904.

Sejarah Sepak Bola Indonesia

Permainan sepak bola modern yang dikenal sangat luas dan mendunia ini datang ke tanah Nusantara pada masa kolonial Belanda. Sepak bola pertama kali dimainkan di Indonesia oleh para pemuda China dan para pemuda asli pribumi. Tumbuh kembang sepak bola di tanah Nusantara ternyata disambut positif dan melaju pesat sehingga terbentuk perkumpulan-perkumpulan di beberapa kota seperti Surabaya, Batavia, dan Medan.

Pada tanggal 20 April 1919, berbagai asosiasi sepak bola yang ada di tanah air Bersatu membentuk Dederlandsch-Indische Voetbal Bond (NIVB) yang kemudian baru pada tanggal 20 Oktober 1919 diakui secara resmi oleh pemerintahan Hindia Belanda. Anggota pertama NIVB adalah Surabaya (SBV), Batavia (VBO), Semarang (SVO), Bandung (BVB), Malang, Yogyakarta, dan Sukabumi. Selang 5 tahun, Indonesia resmi masuk menjadi anggota FIFA pada tanggal 19 April 1924 yang penetapannya berlangsung pada 24 Mei 1924.

Adapun pada tanggal 19 April 1930 berdiri persatuan sepak bola seluruh Indonesia atau PSSI yang diketuai oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo, seorang tokoh penting dalam dunia sepak bola Indonesia yang mengabdikan diri sebagai pembina sepak bola tanah air. Tangan besi beliau berhasil mengantar sepak bola Indonesia melewati berbagai kompetisi skala nasional hingga internasional.

Berawal dari permainan sepak bola kuno hingga menjadi sepak bola modern, sejarah menendang bola yang kini menjadi permainan dunia selalu lekat mewarnai laju perjalanan salah satu jenis olahraga ini. Penuh dengan balutan ragam social dan budaya. Bahkan tidak jarang unsur politis turut serta mewarnai pertandingan yang berlangsung. Namun hikmatnya permainan sepak bola adalah sebuah olahraga yang penuh dengan nilai historikal yang harus dilestarikan dan menjadi pemersatu seluruh bangsa di muka bumi, serta menjadi ajang pertandingan skala internasional yang sportif dan memperkaya ragam budaya catatan sejarah dunia sepak bola di masa depan.